Gambar-Gambar Ilusi Mata

Juli 26, 2010

Iseng-iseng melanjutkan posting-an saya sebelumnya tentang ilusi optis, saya akan menampilkan gambar-gambar ilusi mata yang diambil dari berbagai sumber. Untuk sumber silahkan klik gambar berikut ini.
1. Fokuskan penglihatan anda pada gambar di bawah ini, kemudian mundur ke belakang 3-4 langkah dan lihat kembali gambar tersebut. Anda akan melihat gambar yang berbeda.

2. Maju-mundurkan kepala anda saat melihat gambar di bawah ini Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ilusi Mata

Juli 26, 2010

Saat searching di google, ada gambar menarik yang kalau dilihat menampilkan efek tak terduga. Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata ilusi optis merupakan penyebab efek pada gambar tersebut.
Ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Ada anggapan konvensional bahwa ada ilusi yang bersifat fisiologis dan ada ilusi yang bersifat kognitif.

* Ilusi fisiologis

Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.

* Ilusi kognitif

Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ilusi_optis)
Berikut beberapa gambar tersebut
1.

Ini gambar ilusi dinding kafe. Baca entri selengkapnya »


Soal GLB (Fisika Gasing)

Juli 13, 2010

1. Perhatikan gambar di bawah ini! Polisi  mengejar pencuri dengan kecepatan 4 m/s  sedangkan pencuri tersebut berlari dengan kecepatan 3 m/s. Apakah polisi bisa menangkap pencuri tersebut? Jika ya kapan?

Penyelesaian:

Kecepatan polisi : 4 m/s, kecepatan pencuri 3 m/s (kecepatan polisi > kecepatan pencuri) pencuri akan tertangkap.

Selisih kecepatan polisi dengan kecepatan pencuri 1 m/s artinya dalam 1 detik jarak antara polisi dan pencuri berkurang 1 m. Jarak antara polisi dan pencuri mula-mula 100 m. Polisi akan menangkap pencuri setelah berlari  100 detik.


Fisika Gasing

Juli 13, 2010

Fisika Gasing (gampang, asyik dan menyenangkan) merupakan metode pembelajaran fisika yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya. Metode ini menggunakan logika untuk menyelesaikan soal-soal fisika. Soal fisika yang kelihatannya sulit dapat dikerjakan dengan gampang, asyik dan menyenangkan. Beberapa soal yang dipecahkan di bawah ini  menggunaan metode ini.

1. Perhatikan gambar di atas. Jika massa benda A 4 Kg dan massa benda B 6 Kg, tentukan percepatan (a) sistem (gesekan dan massa tali diabaikan)!

Penyelesaian:

Jika benda B tidak ada maka benda A tidak bergerak. Sistem (kedua benda) bergerak karena benda B  dihubungkan dengan benda A (lihat gambar). Berat benda B yang menyebabkan sistem bergerak. Berat benda B tersebut = 6 Kgx 10 m/s2 = 60 N. Percepatan dapat kita hitung melalui persamaan Hukum II Newton (a= F / m). Maka percepatan sistem a = 60 / 10 = 6 m/s2

Bagaimana gampangkan 🙂


Bentuk-Bentuk Miskonsepsi Fisika

Juli 9, 2010

Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar fisika karena siswa sering mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi adalah konsepsi seseorang tentang konsep yang keliru. Miskonsepsi ini jika tidak ditanggulangi dengan benar, maka akan berdampak buruk pada hasil belajar. Menurut Paul Suparno (2005) untuk mengatasi miskonsepsi ada tiga langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1. mencari atau menemukan bentuk-bentuk miskonsepsi
2. mencari penyebab terjadinya miskonsepsi
3. memilih metode yang sesuai untuk mengatasi miskonsepsi tersebut.
Dalam mempelajari fisika, siswa sering mengalami miskonsepsi. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi ini. Berikut beberapa bentuk-bentuk miskonsepsi fisika:
– Jika kecepatan nol maka percepatan juga akan nol
– Percepatan sama dengan kecepatan
– Benda yang berat akan lebih cepat jatuh dibandingkan dengan benda yang ringan
– Massa mempengaruhi percepatan benda yang jatuh bebas
– Arah gaya gesek sama dengan arah gerak benda
– Benda yang diam tak memiliki energi
– Momentum sama dengan gaya
– Energi merupakan gaya
– Rotasi sama dengan revolusi
– Semua plenet mengorbit dengan kecepatan yang sama
– Kalor dan suhu merupakan besaran yang sama
– Kulit bisa digunakan untuk mengukur suhu
– Pada ayunan sederhana massa mempengaruhi frekuensi ayunan
– Pada pegas, amplitudo mempengaruhi frekuensi pegas
– Bayangan ikan yang dilihat dari atas lebih jauh dari jarak sesungguhnya
– Lensa cekung bisa mengumpulkan sinar
– Lensa cembung bisa menyebarkan sinar
– Gelombang memindahkan materi
– Gelombang tidak memiliki energi
– Kecepatan cahaya tidak bisa berubah
– Saat peristwa pemantulan cahaya frekuensi (warna) cahaya berubah
– Gaya listrik sama dengan gaya gravitasi
– Tegangan listrik merupakan energi
– Arus listrik sama dengan tegangan listrik
– Elektron bergerak cepat (mendekati kecepatan cahaya) di dalam rangkaian tertutup
– Konduktor tidak memiliki hambatan