DOKTOR HEMAFRODIT

Agustus 16, 2013
Gelar Doktor Hermafrodit
Saifur Rohman ;  Pengajar Program Doktor Universitas Negeri Jakarta
KOMPAS, 02 Juli 2013
 
Seorang rektor di satu universitas di Tanah Air diduga telah melakukan kecurangan dalam meraih gelar doktor, Senin (17/6). Modusnya dengan cara memanfaatkan kewenangannya untuk mempercepat kelulusan dan memperoleh ijazah. Alhasil, dia lulus program doktor hanya dalam waktu satu tahun 11 bulan.
Pemerintah dinilai mengabaikan laporan karena hingga kini belum ada tanggapan serius terhadap kasus tersebut. Itu merupakan satu kasus dari banyaknya masalah yang terdapat dalam program doktor di Indonesia.
 
Contoh lain: plagiasi, disertasi pesanan, disertasi saduran, disertasi palsu, hingga ijazah doktor aspal. Seiring dengan menjamurnya program pascasarjana di Indonesia, sebetulnya apa saja penyakit-penyakit mematikan dalam program doktor kita?
 
Lolos dari perundangan
 
UU tentang pendidikan nasional tidak memuat prosedur pelaksanaan pendidikan program doktor secara rinci. Demikian pula dalam RUU tentang Perguruan Tinggi yang digodok oleh DPR. Tidak ada klausul yang secara khusus menyinggung mekanisme penyelenggaraan perkuliahan dan pemberian ijazah tersebut.
RUU Perguruan Tinggi paling banter mengacu prinsip ”kebenaran ilmiah”, ”kejujuran”, dan ”keadilan”, sebagaimana terdapat pada Pasal 2 tentang asas-asas perguruan tinggi. Asas-asas tersebut tidak memiliki penjabaran yang konkret. Misalnya, seorang dosen dilarang mendaftar program doktor di universitas tempat dia bekerja. Atau seorang pejabat fungsional setingkat ketua jurusan, dekan, atau rektor tidak diizinkan mengikuti program doktor di universitasnya sendiri.
 
Bila mengacu pada prinsip ”kejujuran”, tuduhan ada kecurangan dalam penyelenggaraan pendidikan jelas tidak mudah dibuktikan. Disertasi sebagai hasil akhir bisa saja dijadikan sebagai tolok ukur ”kualitas”, tetapi itu lazim diperdebatkan. Apalagi untuk membuktikan prinsip ”keadilan” melalui perbandingan dengan peserta satu angkatan.
 
Rektor yang menandatangani ijazahnya sendiri adalah kasus ekstrem. Kasus itu bisa dijabarkan secara kronologis berikut ini. Ketika menjadi mahasiswa calon doktor pada 2010, dia mencalonkan diri sebagai rektor. Ketika itu calon rektor yang juga dosen yang berpangkat sebagai dekan itu mengajukan cuti kuliah.
 
Dalam perjalanannya, dosen tersebut disebutkan telah berhasil menjadi rektor. Sejak itulah kendali universitas sudah berada di tangannya, termasuk urusan kuliah di universitas tempat dia memimpin. Urusannya dalam hal menempuh pendidikan di universitasnya sendiri juga selesai dalam waktu singkat, yakni satu tahun 11 bulan. Bila dihitung seluruh masa studi dikurangi cuti minimal satu semester, maka akan didapat lama studi tiga semester atau satu tahun enam bulan. Sulit sekali membayangkan sebuah pendidikan yang berbasis riset mencapai temuan ilmiah dilakukan sesingkat itu.
 
Ketika seorang dosen dinyatakan lulus sebagai doktor di sebuah universitas tempat dia mengajar, itu tidak ubahnya sebagai perilaku hermafrodit. Istilah hermafrodit secara umum mengacu pada binatang yang memiliki kelamin ganda sehingga bisa membuahi dirinya sendiri. Hal itu dimungkinkan karena binatang ini tidak memiliki akses ke dunia luar.
 
Dalam konteks pendidikan, hal itu tidak saja mencerminkan prinsip pragmatis, praktis, dan efisiensi, tetapi juga sempitnya pola pikir dosen sebagai ilmuwan. Dalam alur berpikir kolektif ada perumpamaan ”seperti katak dalam tempurung”. Wajar bila muncul ungkapan, ”yang penting doktor”, ”mendoktorkan diri”, atau ”promotor kawan sendiri”.
 
Inti pendidikan doktor adalah temuan penelitian. Dalam proses perkuliahan doktor, kita mengenal tahapan perkuliahan, penelitian, dan hasil penelitian. Tes masuk doktor adalah proposal. Jika diterima, dia harus menempuh mata kuliah tertentu yang relevan. Hasil tahapan ini adalah angka penilaian. Jika sudah lulus, seorang mahasiswa doktor baru bisa mengajukan proposal. Biasanya ini dilakukan dalam waktu satu semester dan diakhiri dengan ujian proposal. Ujian proposal dilakukan setelah promotor dan ko-promotor menyatakan bahwa proposal tersebut laik uji.
 
Hasil ujian proposal adalah izin bagi seorang mahasiswa melakukan penelitian. Jika dinyatakan lulus, mahasiswa doktor itu berubah status jadi kandidat doktor. Sebagai kandidat doktor, dia tidak langsung terjun ke lapangan, tetapi harus terlebih dahulu memperbaiki proposal. Setelah perbaikan, hasilnya dilaporkan kepada promotor untuk memperoleh persetujuan penelitian. Praktik penelitian itu dapat dilaksanakan paling cepat pada semester keempat. Dalam semester keempat itu seorang kandidat doktor bisa mengebut agar penelitiannya selesai dalam satu semester. Kandidat doktor diharuskan melakukan konsultasi bab per bab dengan promotor dan ko-promotor secara bergantian atau bersama.
 
Penelitian ala kadarnya
 
Lazimnya, penelitian tak bisa selesai dalam satu semester karena tahapan penelitian harus dijalankan melalui pengumpulan data dan analisis data yang tidak sederhana. Kalaupun bisa selesai pada semester kelima, kandidat doktor itu akan menempuh ujian hasil penelitian. Hasil penelitian itu bisa dilakukan pada semester keenam. Jika lulus, kandidat doktor akan membuat laporan penelitian lengkap yang akan diajukan kepada dewan penguji untuk uji kelayakan. Jika lulus, ia akan menempuh ujian tertutup. Setelah lulus dan selesai revisi, calon doktor akan menempuh ujian terbuka. Ujian terbuka akan menghasilkan gelar doktor.
 
Berdasarkan tahapan tersebut, sebuah pendidikan doktor yang wajar ditempuh dalam waktu tiga tahun. Bisa saja dipercepat melalui penyingkatan waktu penelitian dan keputusan senat dewan penguji, tetapi hal itu tidak bisa kurang dari dua semester penuh, kecuali masing-masing tahapan dilakukan tiap minggu.
 
Bila direfleksikan terhadap kasus masa studi yang singkat, ada empat kemungkinan. Pertama, mungkin dewan penguji memberikan waktu yang ”cepat” untuk melewati tiap tahapan. Karena itu kita perlu catatan konsultasi. Kedua, peneliti atau kandidat memang memiliki hasil penelitian yang sangat baik sehingga melewati semua tahapan itu dengan sangat mudah. Kemungkinan ini bisa dibuktikan melalui publikasi dan pengakuan dari lembaga yang kredibel. Ketiga, ada hubungan dekat yang cenderung sebagai praktik kolusi
antara penguji dan kandidat doktor. Keempat, ada intervensi kekuasaan dalam praktik pendidikan.
 
Dua hal terakhir ini bisa dilihat berdasarkan struktur birokrasi. Tak bisa dipungkiri, banyak kasus di mana hubungan antara kandidat dan para penguji adalah teman sejawat atau atasan dalam lingkungan kerja yang sama. Karena teman sendiri, jadi praktik pendidikan bisa ”fleksibel”.

Berdasarkan fakta-fakta di atas sebetulnya tak sulit menebak sikap pemerintah yang ambivalen dan cenderung masa bodoh. Namun, ini justru kian membuktikan banyak masalah yang terdapat dalam program doktor kita. Pembenahan kualitas doktor pada tingkat penulisan, seleksi jurnal internasional, hingga akreditasi berkala sebetulnya tetap akan menghasilkan doktor abal-abal bila fenomena kecurangan itu tak bisa dihentikan.


Soal-Soal CPNS

Oktober 1, 2010

Pembukaan pendaftaran CPNS sedang digelar diberbagai daerah. Banyak masyarakat berlomba untuk menjadi abdi negara (PNS). Untuk menjadi PNS tidaklah mudah, banyaknya calon pelamar membuat persaingan menjadi sengit.
Ada beberapa tes (tertulis dan atau wawancara) yang harus dihadapi bagi pelamar CPNS. Bagi yang mencari soal-soal seleksi CPNS silahkan download saja di blog saya dengan cara mengklik link di bawah ini. Baca entri selengkapnya »


Gambar-Gambar Ilusi Mata

Juli 26, 2010

Iseng-iseng melanjutkan posting-an saya sebelumnya tentang ilusi optis, saya akan menampilkan gambar-gambar ilusi mata yang diambil dari berbagai sumber. Untuk sumber silahkan klik gambar berikut ini.
1. Fokuskan penglihatan anda pada gambar di bawah ini, kemudian mundur ke belakang 3-4 langkah dan lihat kembali gambar tersebut. Anda akan melihat gambar yang berbeda.

2. Maju-mundurkan kepala anda saat melihat gambar di bawah ini Baca entri selengkapnya »


Ilusi Mata

Juli 26, 2010

Saat searching di google, ada gambar menarik yang kalau dilihat menampilkan efek tak terduga. Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata ilusi optis merupakan penyebab efek pada gambar tersebut.
Ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan penangkapan mata manusia. Ada anggapan konvensional bahwa ada ilusi yang bersifat fisiologis dan ada ilusi yang bersifat kognitif.

* Ilusi fisiologis

Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan tertentu secara berlebihan.

* Ilusi kognitif

Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ilusi_optis)
Berikut beberapa gambar tersebut
1.

Ini gambar ilusi dinding kafe. Baca entri selengkapnya »


Bahan Ajar Model Atom

Maret 9, 2010

Model atom mengalami perkembangan. Berikut ini ilmuwan yang mengungkap teori atom setelah Demokritus.
1. Jhon Dalton (1766-1844)
2. J.J THOMSON ( 1910 )
3. ERNEST RUTHERFORD ( 1911 )
4. NIELS BOHR ( 1913 )
5. Mekanika Kuantum

Bahan ajar model atom ini dalam bentuk powerpoint silahkan download di sini


10 Info Penting Untuk Guru

Januari 24, 2010


Untuk mempermudah dan membantu perkembangan hubungan yang positif antara guru dan anak anda, sebaiknya beritahu guru mengenai kebisaan atau kebutuhan khusus si kecil. Info-info yang terlihat sepele ini, sebetulnya amat bermanfaat, baik untuk pihak sekolah, murid, dan orang tua.

1.Mata pelajaran yang disukai
Beritahu mata pelajaran yang paling dikuasai dan disukai anak sehingga guru dapat lebih mendorong anak untuk mencapai prestasi yang maksimal. Anak cenderung suka melakukan apa yang disenanginya termasuk mata pelajaran yang disenanginya.

2.Mata pelajaran yang sulit
Sampaikan pula mata pelajaran yang dirasa sulit bagi anak. Entah itu Matematika atau Bahasa Inggris. Dengan demikian guru tahu dan bisa memberi perhatian khusus padanya dan mencoba menolong mengatasinya. Analoginya jika ada bagian mobil yang rusak maka kita lebih memperhatikan bagian tersebut, perlakuan yang lebih kita lakukan pada bagian yang rusak agar tidak mengurangi peforma mobil.

3.Alergi
Sangatlah penting untuk memberitahu guru jika anak Anda menderita alergi terhadap makanan tertentu atau sesuatu dan sampai sejauh mana alergi itu mengganggu anak Kesehatan penting untuk tumbuh kembang anak baik mental maupun kemampuan berpikirnya.

4.Kesehatan
Informasikan kepada guru jika anak memiliki masalah kesehatan yang meminta perhatian khusus. Misalnya, anak menderita asma, epilepsi, diabet, atau anak harus minum obat tertentu pada jam-jam tertentu pula.

5.Kegiatan luar sekolah
Terangkan semua aktivitas yang dilakukan anak di luar jam sekolah sehingga guru akan mengerti kegiatan anak sehari-harinya. Ada anak yang membantu orangtuanya mencari nafkah, ini akan menyita waktu belajar anak. Tindakan bijaksana perlu dilakukan guru untuk menghadapi kejadian ini.

6.Agama
Jika kebetulan keluarga Anda menganut suatu agama atau kepercayaan yang mengharuskan anak tidak masuk sekolah untuk mengikuti upacara/ritual tertentu atau berpantang tidak memakan sesuatu makanan, jangan lupa untuk menginformasikan semua ini kepada guru.

7.Masalah keluarga
Bila di dalam keluarga misalnya mempunyai adik baru, kematian salah satu anggota keluarga, perceraian antara orang tua, sebaiknya juga disampaikan pada guru. Masalah-masalah seperti itu umumnya mempengaruhi perilaku, perasaan, dan emosi anak.

8.Sesuatu yang sensitif
Beritahu pada guru jika anak Anda sangat perasa. Misalnya kepada bentuk badannya, berat badannya, penampilannya, bicara gagap, sifatnya amat pemalu, atau takut/trauma terhadap sesuatu (semisal trauma terhadap air sehingga ia kesulitan mengikuti mata pelajaran renang). Dengan demikian guru dapat berhati-hati dan menghindari terjadinya masalah. Perkembangan anak cendrung labil, ejekan teman atau pernyataan guru yang menyinggung murid akan berpengaruh buruk pada anak saat mengikuti proses belajar di kelas.

9.Hobi
Kalau anak anda sangat menyenangi dan dapat bermain musik, jago basket, mungkin guru akan dapat memasukkannya ke dalam salah satu kegiatan di sekolah. Refreshing dan kegiatan yang bermanfaat di luar jam sekolah perlu dilakukan untuk mengembangkan minat dan bakat anak.

10. Tingkah laku
Informasikan semua sifat/tingkah laku, kebiasaan anak. Misalnya, anak cenderung jadi sangat menjengkelkan di sore hari, cepat merasa frustasi dengan suatu proyek yang dikerjakannya. Jelaskan pula apa usaha-usaha yang telah Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.

Sumber artikel dari e-dukasi net.com


Pengumuman Hasil Evaluasi PKM 2010

Januari 16, 2010

Selamat kepada teman-teman yang proposal PKM nya diterima oleh dikti.
Pengumuman dapat didownload disini pkm-hasil-evaluasi-pkm_2010