Puisi Fisika (2)

Vektor cinta kita tegak lurus
Jatuh bertaut di hati karena gravitasi
Fluks kasih semakin tak tersisih
Beriak kecil dan kontinu

Sayang ini tak terkuanta
Absolut hanya untukmu
Semakin meningkat anomali hati
Karena amplitudo hadirmu

Kristal senyumu
Menghancurkan amorf gundahku
Paramagnetik harapku
Tanpa paralaks menggemuruh

8 Balasan ke Puisi Fisika (2)

  1. dnee mengatakan:

    unik juga idenya.. dari fisika dijadiin puisi.. salam kenal…

  2. alkndy mengatakan:

    bagus, bagus fisika tidak hanya hitungan kompleks yang menjenuhkan anak, tapi bisa bisa menajdi sastra baru. ada ekofisika, juga sastra fisika

  3. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    puisi yang mantab, pak, mengkolaborasikan antara eksakta dan humaniora. hmmm … jarang2 ada puisi bagus seperti ini.

  4. budies mengatakan:

    pak guru yang hebat
    bisa membuat eksak menjadi sastra tak tidak menyeramkan
    fisika jadi indah ketika dipuisikan
    salam kreatif pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: