Fisika Bukan Matematika

Banyak guru fisika yang mengajar fisika salah kaprah. Mereka bukan mengajar fisika tetapi mengajar matematika dengan contoh-contoh soal fisika. Menurut Judyanto (2010) dan Lindefeld (2002) selama ini pengajaran fisika lebih banyak menggunakan pendekatan matematik dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk masalah matematika.
Fisika bukan matematika, tetapi fisika butuh matematika untuk menyederhanakan konsep-konsep fisika yang dibuat dalam bentuk persamaan matematika (rumus). Untuk memahami konsep-konsep fisika, siswa harus terampil dalam merepresentasikan konsep-konsep tersebut dengan berbagai cara (multirepresentasi).
Keterampilan representasi adalah kemampuan yang harus dimiliki untuk meninterprestasi dan menerapkan berbagai konsep untuk memecahkan masalah-masalah secara tepat (Kohl dan Noah dalam Judyanto 2010), sedangkan multirepresentasi adalah representasi konsep yang dilakukan lebih dari satu cara.
Menurut Leo Sutrisno representasi dalam fisika ada tiga yaitu (1) representasi verbal; (2) representasi fisis; dan (3) representasi matematis
Jadi dalam pembelajaran fisika ketiga representasi tersebut harus diterapkan guru fisika agar siswa memahami konsep-konsep fisika dengan benar. Contoh konsep percepatan
Representasi verbal :percepatan adalah perubahan kecepatan yang terjadi setelah selang waktu tertentu bukan kecepatan dibagi dengan waktu (pernyataan yang diambil dari persamaan matematis)
Representasi fisis : perubahan kecepatan tersebut bisa disajikan dalam bentuk gambar bergerak (animasi)
Representasi matematis : perubahan kecepatan dan selang waktu dilambangkan dengan simbol dan dibuat dalam bentuk persamaan (rumus)
Semoga pengajaran fisika dapat berlanggsung dengan menerapkan ketiga representasi tersebut untuk mengurangi miskonsepsi fisika.

8 Balasan ke Fisika Bukan Matematika

  1. mikha_v mengatakan:

    nah kalo praktek di laboratorium = representasi kinestetik alias mencoba langsung (asli ngasal nih😆 )

    Saya senang praktikum fisika, tapi entah kenapa kalau sudah masuk ke rumusan matematika nya, rasanya kok mumet ya😛

  2. alkndy mengatakan:

    benar mas, pelajaran fisika menjadi sangat tidak menyenangkan, khusunya bagi mereka yang kemampuan matematikanya keteteran.justru fisika menjadi sulit karena kesulitan dlm perhitungan. itu mungkin yang menonjol dalam pembelajaran fisika. rumus ngitung…rumus ngitung… sehingga hakekat fisika sebagai ilmu yang membahasa konsep-konsep yang ada dia alam menjadi di nomor duakan….untuk itulah….gejala alam mesti jd garis besar…tentunya burtuh alat praktek yang memadai untuk memahami itu semua…. berkaryalah…titengah minimnya alat praktek fisika

  3. setitikharapan mengatakan:

    Wah menarik infonya. Saya sendiri lebih menyukai fisika ketimbang matematika. Mungkin karena guru yang mengajar juga bagus cara menerangkannya

  4. rudisisyanto mengatakan:

    yup, sy setuju; cuma pendidikan disini kan masih banyak masalah; misalnya jumlah pelajaran yang terlalu banyak yang terkadang membuat siswa tidak sempat berpikir dan menganalisis;
    tapi, memang hal ini harus terus diingatkan; bahwa fisika bukan melulu rumus2 saja; thanks…

  5. kyaine mengatakan:

    di kehidupan kita nggak lepas dari hukum2 fisika. sangat menarik jika dipelajari. sayang, kurikulum di sekolah membuat fisika menjadi pelajaran yg mengerikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: